make my day :)

Wednesday, June 30, 2010

Kisah Abu Dzar al-Ghiffari bertemu Abu Jahal

Sudah lama Abu Jahal bersahabat akrab dengan Abu Dzar Al Ghiffari. Bahkan sebelum Islam masuk. Tidak heran, karena keduanya adalah saudagar yang sama-sama mengadu peruntungannya dengan berdagang. Keduanya terkenal sebagai kongsi dagang yang saling menguntungkan. Setiap kali Abu Dzar datang ke kota Mekkah, ia selalu membawa barang-bara...ng dagangan yang hanya dijual dengan perantaraan Abu Jahal.


Tetapi hari itu alangkah herannya Abu Jahal ketika kedatangan Abu Dzar ternyata tidak disertai dengan barang apapun seperti biasanya. Apalagi uang perniagaan.
“Kau membawa barang dagangan, hai sahabatku,” Abu Jahal yang mempunyai nama asli Amr bin Hisyam ini bertanya.
“Seperti yang kau lihat, tidak,” Abu Dzar menjawab.
“Engkau membawa uang?” tanya Abu Jahal semakin bingung dan heran.
“Wah, juga tidak.”
Abu Jahal merengut mendengar jawaban sahabatnya itu. Dengan masih diliputi tanda tanya besar, ia berkata lagi, “Ada apa denganmu? Apa yang membuatmu datang jauh-jauh ke Mekkah tanpa membawa barang dagangan ataupun uang? Adakah tujuanmu yang lain?”

Abu Dzar tersenyum dan tetap bersikap tenang. “Sahabatku, Abu Jahal,” ujarnya, “Kali ini kedatanganku bukan untuk mengadu untung dalam perdagangan.”
Dahi Abu Jahal berkerut. “Lantas untuk apakah?”
“Aku ingin bertemu dengan kemenakanmu.”
“Hah, kau ingin bertemu dengan kemenakanku?” Abu Jahal tidak mengerti. Sungguh, tapi tampaknya ia sudah mulai curiga. “Siapa yang kaumaksud?”
“Muhammad.”
“Muhammad?”

“Ya. Kudengar dari beberapa sahabatku bahwa Muhammad, kemenakanmu itu telah diangkat menjadi seorang Rasul. Engkau harus bangga mempunyai kemenakan semulia itu, sahabatku.” Abu Dzar berkata dengan senyum, tapi kemudian merasa heran karena tidak mendapatkan jawaban apapun dari orang yang ada di hadapannya itu.

Sejurus kemudian, terlihat kerut di wajah Abu Jahal. Ia berkata dengan suara keras, “Sahabatku, dengarkanlah aku jika kau ingin selamat. Jangan kautemui dia! Sekali-kali jangan pernah menemui kemenakanku itu!”

“Kenapa kau berkata seperti itu?” tanya Abu Dzar Al Ghiffari.

Abu Jahal menarik nafas sejenak. Ia memandangi wajah Abu Dzar dan kemudian berkata, “Kautahu, Muhammad itu amat menarik. Ia sangat mempesona. Sekali berjumpa dengannya, aku jamin kau pasti akan benar-benar terpikat dengannya. Wajahnya bersih, perkataannya berisi mutiara indah dan selalu benar. Perilakunya amat lembut, dan sopan membacakan wahyu, semua kalimatnya menyentuh jiwa.”

Kali ini Abu Dzar yang ganti memandangi wajah Abu Jahal dengan lekat. “Aku tidak mengerti. Tapi, apa itu berarti kau yakin dia seorang Rasul?”

Abu Jahal mengangguk dengan tegas dan cepat. “Jelas. Mustahil rasanya jika ia bukan seorang Rasul. Otaknya teramat pintar-bahkan cerdas. Walaupun ia tidak bisa membaca ataupun menulis. Ia baik kepada semua orang tua ataupun muda, budi pekerti dan akhlaknya sangat mulia. Satu hal lagi yang perlu kauketahui, ia sangat tabah menghadapi apapun yang terjadi padanya. Ia mempunyai daya tarik yang hebat sekali.”

“Aku tidak habis mengerti terhadapmu, Abu Jahal sahabatku,” Abu Dzar menggeleng-gelengka n kepalanya. “Kau bilang kau yakin bahwa kemenakanmu itu adalah seorang Rasul.”

“Yakin betul. Aku tidak pernah meragukannya sedikitpun.”
“Kau percaya bahwa ia benar?”

“Lebih dari sekadar percaya.”
“Tapi engkau melarangku untuk menemuinya…”

Abu Jahal mengangkat bahunya. “Begitulah….”
“Lalu, apakah engkau mengikuti ajaran agamanya?”

Abu Jahal tampak menarik kedua alisnya. Roman mukanya berubah merah. “Ulangi sekali lagi pertanyaanmu…”
“Engkau mengikuti agamanya, menjadi pemeluk Islam?” Abu Dzar kembali mengulangi perkataannya seperti yang diperintahkan oleh Abu Jahal.

Kali ini Abu Jahal begitu geram. “Sahabatku,” ujarnya dengan nada suara yang tertahan, “sampai detik ini, dan nanti-nantinya aku adalah Abu jahal dan tetap Abu Jahal. Aku bukan orang yang sinting. Otakku belum miring. Dibayar berapapun aku tidak akan menjadi pengikut Muhammad!”

“Lho, tapi bukankah kau yakin Muhammad itu benar?”

“Sahabatku, catat ini, walaupun aku yakin bahwa Muhammad itu memang benar, aku tetap akan melawan Muhammad sampai kapanpun jua. Sampai titik darah penghabisanku.” Abu Jahal menggerung.

“Apa sebabnya?”

“Kau tahu, sahabatku Abu Dzar Al Ghiffari, jika aku menjadi pengikut kemenakanku sendiri, maka kedudukan dan wibawaku akan hancur. Akan kuletakan di mana mukaku di hadapan bangsa Quraisy?”

Abu Dzar menggeleng-gelengkan kepalanya, “Pendirianmu keliru, sahabatku.”

“Aku tahu aku memang keliru.”

“Engkau akan kalah kelak oleh kekeliruanmu itu.”

“Baik, biar saja aku kalah. Bahkan aku tahu di akhirat kelak bakal dimasukkan ke dalam neraka jahim. Tapi aku tidak mau dikalahkan Muhammad di dunia, walaupun di akhirat sana aku pasti dikalahkan.”

Sambil berkata begitu, Abu Jahal beranjak meninggalkan Abu Dzar Al Ghiffari yang terdiam. Tampaknya, Abu Dzar tidak habis mengerti betapa anehnya perilaku dan sikap Abu Jahal itu dalam menerima kebenaran hanya karena berasal dari kemenakannya sendiri.

* I was in the library a couple of weeks back and I found myself reading a book about Abu Dzar al-Ghiffari...bagi saya dia adalah seorang tokoh Islam yang tersendiri...you can google or get other books on him if you want to know more.....and guess what, I finally found a perfect name if I ever have a son...hehehe, berangan tak sudah....calon pun takde...

Tuesday, June 22, 2010

why I am a considerably good judge of character (ha ha)

saya paling benci kalau orang mencarut...tak kesah la ditujukan kepada sesiapa pun kan...tapi saya benci bila dengar perkataan-perkataan mencarut keluar dari mulut orang....even kalau orang itu hanya melatah sekalipun..sebab ia menunjukkan yang orang itu sudah terbiasa dengan perkataan carut sebab tu bila melatah pun keluar perkataan-perkataan macam tu....cantik macam mana pun rupa kalau suka mencarut, tidaklah secantik mana ok....

I was brought up in a carut-free household....keluarga sebelah my mom memang I tak pernah dengar diorang mencarut...tapi the paternal side of my family ada la....but my mom is so adamant not to use any swear words in the house, so when my parents got married, my father made a pact not to use any swear words...hehehe...

that said, it doesn't really stop me and my siblings from discovering swear vocabularies from other sources and friends....tapi, saya memang tak suka benda-benda ni semua, sebab kedengaran sangat jijik di telinga saya....up until university, the worst words that I selalu guna adalah "bodoh" dan "bangang"...lately, setelah pandai memandu dan memasuki alam pekerjaan, terkeluar jugakla perkataan b**i....nak sebut perkataan s**l pun saya akan gantikan dengan "siot" sebab impaknya bagi saya 27 kali ganda kurang dari s**l...tapi, seingat saya, saya tak pernah cakap perkataan ni di public domain, depan kawan-kawan rapat adala....sebab mereka lebih kenal siapa saya....kalau dah sebut tiga perkataan "B" tu maknanya memang saya dah marah sangatla tu kan....

so, saya sangat tak suka dengan orang yang suka sebut2 perkataan-perkataan carut....especially in public domain....tak kirala di khalayak ramai atau di facebook dan sebagainya....tolonglah, bila anda mencarut, anda baru saja menjatuhkan maruah diri anda walaupun pada asalnya niat anda adalah untuk menjatuhkan maruah orang.....kalau betul marah sangat dengan orang tu, just go and confront that person la....apa susah...? ni nak tunjuk baik, konon-konon teraniaya la kan.....especially if you're a guy....kalau asyik tulis status emo kutuk orang sana-sini, cakap pasal nasib diri yang malang....ewwww, tak payahla..... cukupla tulis status tu (e.g) "sabar, sabar, sabar" ke..... "Ya Allah, tabahkan hatiku menempuhi dugaan ini" ke.... tak perlula kau cakap semua di atas, lepas tu kutuk orang yang menyusahkan kau tu supaya pergi jahanam....come on, get a backbone!! kang nanti, pompuan yang korang nak ajak kawen pun tak nak kawen ngan korang sebab mulut macam ni tau.... guys have to be emotionally stable tau, sebab korangla tempat girls bersandar... kalau setakat buat status drama swasta bolehla dimaafkan lagi, but PLEASE jangan mencarut!!!!!

itu jela bebelan saya sebelum tidur hari ini.....sangat tak suka dengar dan tengok orang mencarut ok....biar kita ni tak lemah lembut, bersopan-santun dan berbudi bahasa, asalkan kita jangan mencarut... have some self respect, be cool and keep your words short, soft and sweet...who knows, you might have to eat it back someday.

*terima kasih Allah atas segala petunjuk dan hidayah-Mu

Saturday, June 5, 2010

Carolina Grace dan Kejadian Ngeri

I'm in my room. Just finished packing. Tomorrow is the beginning of a new adventure. Traveling el-cheapo style. No Papa S***l paying for my meals and accomodation. No first class flights. Pay for my own checked luggage. How I'm going to lug my 20" luggage, backpack and my sling bag using the subways and walking, aku pun tak tau. But, of course it will not be a pretty sight. I have to plan so that I don't need to do it during the peak hours.....yelah kan, subway nye 1 week-pass is about $30, cab just to go for one stretch is $30....baik akak simpan duit akak untuk benda-benda yang lebih perlu....lepas tu start la komplen kat FB, sakit belakang...sakit kaki segala....sampai kena bising ngan my dad coz he actively checks my facebook page nowadays....huhu

It has been a good 2 weeks....I didn't expect it to be this good. I thought I'll be miserable because I'll be myself most of the time.....nasib baik la course ni mostly muda-mudi...and the Americans pun half of them are not from around Houston, so memang banyakla aktiviti kitorang malam-malam.....plan nak exercise and swim every day pun tak sempat nak buat coz after class je akan keluar and melepak sampai penat, lepas tu tido dalam kelas, kitorang semua pakat tak nak study....huhu, nasib baik boleh jawab soalan periksa....saya dapat 86 markah....tapi tak campur markah assignment lagi la....but okla kot nanti....takdela sampai fail kan....

hmmm...banyak gak la kenangan and karenah teman-teman....their attempt to Americanized me tak kesampaian this time around....try harder next time.....one positive thing I like about budaya orang putih ni, they use a lot of endearment masa bercakap...sweetie la, dear la, cracker la, so rasa best je cakap ngan diorang....and once they're committed, memang sayang giler kat wife/gf masing2....


ni Carolina Grace....mak dia duduk sebelah saya dalam bas menuju ke San Antonio.....serabut aku tengok minah tu....rambut kusut masai, dan ada bau rokok yang sangat kuat.....tapi, sebab aku ni suka memerhatikan orang, tak naklah jadi judgmental kan.....first2 tengok mata dia memang macam mata orang susahla....beberapa kali pinjam telefon aku untuk call orang yang dia nak jumpa kat SA....redha jela....walaupun aku pun guna phone card sebenarnya kalau nak buat call....hati akak ni memang cair sikit tengok budak beb....lepas tu bila cerita-cerita, rupanya umur baru 19 tahun....umur 16 dah jadi mak budak...currently engaged to bapak budak ni la..yang 8 tahun lagi tua dari dia....tahun depan baru kahwin, dan dia tengah mengandung 2 bulan....so, kisah selebihnya korang imagine la sendiri...macam tak biasa tengok movie kan.....gambar ni diambik masa tengah tunggu bas balik Houston...tak sangka jumpa balik...so I took her pictures untuk kenang-kenangan.....adorable kan?

kisah mimpi ngeri, 3 malam yang lepas, hujan lebat...I couldn't sleep well that night, it must be the curry yang kitorang makan kat London's Sizzler....kari kat sini lain dengan kari yg aku kenal....pelikla...so, maybe sebab kari tu aku susah nak tido kot....dekat pukul 3 baru aku tido....lepas tu aku terjaga sebab aku terasa ada "orang" kat sebelah...I could actually hear that person moving beside me...tapi buat bodoh jela sebab memang penat dan nak tido....lepas tu rasa macam kena tindih...dalam hati cakap, "daym, kat tempat omputih pun korang ikut aku jugak ke?" so, dengan irritated nya saya suruh "benda" tu lari sambil membaca ayat-ayat suci al-Quran....ok then, aku bangun dari katil dan nampak macam beg dan keadaan bilik agak bersepah....saya, kalau duduk hotel, jarang sepah-sepahkan barang....walaupun duduk untuk jangka panjang....so, macam pelik la bila tengok beg terbukak segala....my first reaction is to check out my handbag, sebab ada passport dan cash di situ...terbukak ....aduii....tiba-tiba dalam gelap tu mata saya menangkap ada plastik (iye ke plastik) hitam besar dekat dengan tempat saya letak beg tu dan sebelah meja tulis.....plastik tu gerak-gerak pulak tu...darn, saya senyap2 je ambik my bag dan berjalan ke pintu...bila dah dekat pintu tu, saya terus ready nak pasang langkah seribu....and that's when I woke up again....in the same room... but everything looks fine except for the fact that it's raining heavily outside (bunyi bising itu yang mengejutkan saya).daym, this is the first time I've had this experience.....mimpi dalam mimpi ke out of body experience? Anyway, saya tengok jam and I've not even slept for an hour!! So, saya sambung je tido and malas nak fikir bukan-bukan.

Esoknya, masa on the way pergi kelas, I told my classmate about it.....and he said, when he was in the hotel sometime ago, memang ada orang pernah masuk bilik dia masa tengah tido...and he just yelled at that person, dan orang tu pun lari...so, apa la kan pengalaman aku tu? It felt very, very real.

Hmmm, okla....I want to get 2-3 hours sleep before pegi airport esok...New York here I come!!!
Nanti saya update lagi ek....sorryy sebab gaya bahasa macam serabut....saya pun pening bila baca balik.
*****yaaawwwwnnnnnn****** see you, sweetie!
Related Posts with Thumbnails