Kenangan seperti inai yang dilukis di kulit tangan
Perlahan-lahan, sedikit demi sedikit ia akan pudar juga
Samada inai yang dicorak itu anda suka atau tak suka
Ia tetap akan sirna juga akhirnya
Mula-mula, ia jelas di mata
Tak sedar akan kepudarannya
Lama-kelamaan yang tinggal hanya bayang dan akhirnya hilang
Dan begitulah sepatutnya kehidupan
Biarkan semua kenangan berlalu
Kalau ia indah, mengingatinya kembali pasti akan mengundang senyuman
Kalau ia tidak indah, ahhh persetankan
Yang penting, hidup mesti diteruskan
Lagipun, kalau inai yang sama lekat di tangan
Perlahan-lahan, sedikit demi sedikit ia akan pudar juga
Samada inai yang dicorak itu anda suka atau tak suka
Ia tetap akan sirna juga akhirnya
Mula-mula, ia jelas di mata
Tak sedar akan kepudarannya
Lama-kelamaan yang tinggal hanya bayang dan akhirnya hilang
Dan begitulah sepatutnya kehidupan
Biarkan semua kenangan berlalu
Kalau ia indah, mengingatinya kembali pasti akan mengundang senyuman
Kalau ia tidak indah, ahhh persetankan
Yang penting, hidup mesti diteruskan
Lagipun, kalau inai yang sama lekat di tangan
Mesti bosan kan?
5 comments:
love it ^_^
Wahh.. u have a poetic soul, Amal :)
True indeed..
thanks zara...yeah, sometimes I wonder why I ended up being an engineer instead
tunggu entry background inai. :)
entry background inai kedak ne ya kah? ;P
Post a Comment